[Ficlet] Forelsket (The Euphoria)

Cwlon2SXAAEJo3J

A story by narinputri

 

ASTRO’s Moonbin

fluff, AU!school life, AU!life

ficlet // general

 

“You are the cause of my euphoria” –BTS (Euphoria)

Ada kisah jika orang tengah jatuh cinta untuk pertama kali, suara deburan ombak terdengar jelas meski dalam jauhnya jarak. Semua menjadi tenang dalam hitungan detik, kala menatap mata teduh sosok yang membuat hati bagaikan letupan kembang api musim panas. Mungkin itu yang tengah Bin rasakan saat ini.

“Mau pulang bersama denganku tidak nanti? Setelah pulang sekolah nanti,” ajak Bin pada sosok gadis bersurai merah kecokelatan dengan iris bening bagai danau yang tersembunyi di balik hutan.

“Boleh saja,” jawab gadis ber-nametag ‘Kim Jiyu’ sembari menyisipkan senyum simpul.

Wajah Bin sedikit panas dengan semburat kemerahan yang tak begitu terlihat. Bin tengah jatuh cinta padanya, ia lupa kapan tepatnya. Yang diingatnya kala gadis itu datang padanya memberi sebuah sinar bak matahari yang pernah tenggelam dulu. Meski Jiyu tak pernah tahu perasaan Bin.

“Ah, Jiyu. Bagaimana jika nanti mampir sebentar ke toko buku di dekat sekolah? Aku ingin membelikan temanku buku untuk kado ulang tahun,” sebuah basa basi yang tepat. Bin tahu jika gadis di hadapannya seorang bibliophilia. Saat ini ia harus mengucapkan terima kasih pada Dongmin.

“Dengan senang hati! Kau tahu, tidak? Hari ini ada promo menarik! Barangkali kau bisa membelikan temanmu buku dengan harga terjangkau!”

Sebuah keriangan terselip dalam setiap kalimat yang diucapkan dengan intonasi yang menurut Bin menggelitik hati. Getaran halus kembali terasa, tatkala senyum Jiyu semakin melebar dengan kedua matanya membentuk lengkungan manis bagai bulan sabit. Semoga saja Bin masih hidup setelah menatap pemandangan bak mimpi di siang bolong.

Belum sempat menjawab, bel berbunyi pertanda kelas segera dimulai. Ia hanya mengembus napas kecewa dan berlari menuju kelas. Diucapkannya kata-kata manis untuk Jiyu sebelum meninggalkan koridor sekolah,

“Terimakasih sudah mau mengobrol dan tersenyum padaku! Sampai bertemu nanti pulang sekolah!”

Sebuah tawa kecil meluncur dari bibir manis Jiyu mendengar ucapan Bin. Yang ia tahu, sosok pemuda tadi adalah sosok yang menurut orang agak sukar didekati. Dipikirnya mungkin Bin tengah belajar bersosialisasi, agar mempunyai lebih banyak teman.

Karena Jiyu tak tahu. Dalam lamunan Bin, dirinya adalah kejutan-kejutan kecil yang membuat sang pemuda ingin merasaka jatuh cinta tiap detik tanpa kenal lelah. Bagi Moon Bin, Jiyu adalah euforia yang selamanya tak akan pernah terganti meski waktu berjalan tanpa henti.

 

-END-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s