[Oneshot] Vengeance

f5afea5d43a3efc8bb504dbf98bc4740.

VENGEANCE
Storyline by grewlay
Starring by Park Chanyeol (EXO) and Lee Meylan (Original Character)
Sad

Poster by Google!

.

-Story Begin-

.

Cerita lama terangkum dalam syair romansa. Luka menganga tak lagi terasa karena tokoh yang sering kugoda dengan ritornello Italia telah kembali ke rumahnya. Merah muda menjadi warna di Hari Selasa. Cinta, begitu orang-orang menyebutnya.

Reuni semasa SMA. Itu artinya, hampir 5 tahun kita tak bersua.

“Banyak yang berubah.”

“Iya. 5 tahun sudah membawa mereka pada kesuksesan. Dan aku hanya menjadi guru TK.”

Purnama yang kau suka, menyambut haru pertemuan kita. Seharusnya aku duduk di samping Ibu dan menemaninya menonton berita. Tapi faktanya, aku duduk di samping pria yang sering membawa gitar coklat, dan berbicara tanpa kiblat. Sejauh ini, rindu tak terucap salah satu dari kita. Aku malu untuk melisankannya.

“Kau yang banyak berubah.”

“Aku?”

Kau mengangguk mantap dan tersenyum. Lantaran malu, aku menunduk menatap sepatuku yang berwarna biru. Ya, mungkin memang seharusnya aku tidak berada disini. Duduk berdua dan menyaksikan Jongin menggoda Jihyun hingga semuanya tertawa. Entah untuk hiburan atau Jongin memang menyukai gadis yang bercita-cita menjadi Directur Utama itu. Satu-satunya jawaban adalah carilah yang paling sering merona. Dan Jongin adalah tersangkanya.

“Ya. Kau terlihat lebih dewasa dan cantik.” Kau menunduk dan memainkan jemarimu.

Apa kau gugup, teman?

Namanya Chanyeol. Pria 23 tahun yang banyak menghabiskan waktunya bersama musik. Gitaris band sekolah yang sangat kukagumi meskipun saat tampil di atas panggung tidak pernah tersenyum. Chanyeol juga sering memberi nada dalam puisi tentang kehancuran cinta.

“Itu karena Baekhyun pernah berkata kalau aku tidak pantas untukmu. Si cupu yang ranselnya penuh dengan buku. Jadi kupikir, aku harus berubah.”

“Apa itu artinya, kau masih mengingat ucapanku juga?”

Aku berdiri ingin beranjak. Namun tangan Chanyeol menahan lenganku. Menatapku was-was tapi terkesan antusias. “Apa benar kau masih mengingatnya?” Ulang Chanyeol dengan nada tidak sabar.

“Iya.”

Chanyeol mendesah berat. Tangannya perlahan lepas dari lenganku. “Lee Meylan, aku minta maaf.”

“Untuk perkataan kasar dan semua sesumbarmu? Aku ini seorang guru. Aku tau setiap tahap perkembangan manusia. Semuanya berawal dari lugu, kemudian merangkak ke perasaan bahwa diri kita lah yang paling hebat, perasaan ingin tahu, sampai pendewasaan diri. Saat itu kita masih remaja.”

Chanyeol menatapku. Ia menepuk pelan bangku yang tadi kududuki. Mengisyaratkan kalau masih ada yang harus diluruskan. Aku duduk dan menatap ke depan; ke arah Joonmyun si ketua kelas yang tengah berjoget gangnam style untuk menghibur teman-temannya.

Perlu penjabaran tentang apa yang diucapkan Chanyeol padaku semasa SMA? Tidak. Jangan. Aku hanya perlu memakai cinta untuk hal-hal yang baik. Cerita usang itu, kuharap ditelan waktu. Atau setidaknya dimakan rayap.

“Aku sudah keterlaluan, Mey.”

“Aku juga sudah keterlaluan karena menyukaimu. Kata Baekhyun begitu.”

“Kau mempedulikan ucapan Baekhyun?!” Chanyeol tersulut emosi.

Kalau merasa bersalah, yasudah. Kenapa harus berbicara keras? Aku datang kesini karena ingin makan, bukan untuk mengulas cinta kemarin yang kau abaikan. Aku menggerutu.

“Pekerjaanku memang seorang guru yang dituntut sabar dan berwibawa. Tapi usia tidak bisa ditipu. Aku 23 tahun dan kadang masih sulit mengendalikan emosi. Tuan Park Chanyeol, tolong jangan bicara apapun lagi padaku sampai reunian ini selesai.” Tandasku.

Aku beranjak pergi dari sisinya. Meninggalkannya bersama sifatnya yang tidak pernah berubah meski 5 tahun telah berlalu. Sesuka hati dan selalu berapi-api. Aku tidak tahu apa yang dilakukan Chanyeol selain menatap punggungku. Seiring dengan itu, Baekhyun datang dengan 2 piring barbeque di tangannya. Langkahku dihadang dan menatapku dengan senyuman yang mengembang.

Byun Baekhyun adalah sahabat Park Chanyeol. Jahil dan sangat polos. Maksudku, kelewat polos. Sampai-sampai…

“Lee Meylan? Kau yang suka dengan Chanyeol itu’kan? Yang senang membaca buku di meja Jongdae karena letaknya berada di sudut ruangan? Apa aku benar?”

…mulutnya tidak bisa dikontrol. Entah menyakitkan atau tidak, Baekhyun hanya perlu mengucapkan apa yang ada dalam pikirannya.

“Benar. Dan kuharap kau juga ingat saat kau dan Chanyeol mempermalukanku.”

Detik ini, aku tidak suka purnama karena kau menyukainya. Aku lebih suka drummer karena kau adalah gitaris. Aku mengidolakan semua artis yang kau benci. Dan aku mencintai Sehun si bodoh dengan percaya dirinya yang tinggi ketimbang kau yang terkesan cerdas dan elegan.

Menyeduh cinta
Meneguk luka
Tak lagi bersua
Tak lagi bercanda
Apa kau tahu raja rimba?
Ya …
Aku ingin kau mati diterkamnya

“AKU MENYUKAIMU, SIALAN!”

Yang tadi adalah suara Park Chanyeol. Apa kau sedang menjilat ludahmu sendiri, Sayang?

.

-FIN-

.

Haloo everyone everybody my lovely
/apasih/Just info, oke
Kepribadian Chanyeol disini, nyata dalam hidup Saya
Hahahaha, tapi keseluruhan cerita adalah fiksi belaka
Saya menyebut diri Saya sebagai gadis penggalau luar biasa. Dikarenakan semua tulisanku mayoritas tentang luka, lara, pokoknya semua tentang cinta

Salam ♥ dari grewlay
Si penikmat poetry, prose, dan poem

30 responses to “[Oneshot] Vengeance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s