A Cup of Latte [Ficlet]

Cr : Pinterest

A Cup of Latte

.

Slice-of-Life & School Life || Ficlet || General

Starring :

Wanna One`s Lai Guanlin & OC`s Park Livya


“Ini latte kesukaanmu, Livya, sebagai kawanmu menuntaskan tugas. Setelah selesai, kau langsung saja pulang dan istirahat. Aku yang akan mengumpulkan tugasmu. Lihat cekung matamu. Menyeramkan, tahu.”


© 2018 Storyline by HyeKim

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ♪ ║█║

Apa sih hal monoton siswa SMA usai ujian akhir ditempuh? Remedial serta-merta tugas yang sudah menyamai tinggi Gunung Himalaya yang agung itu bagi para pendaki gunung.

Kendati tidak banyak motorik terbuang hingga menguras energi, tapi otak yang terperas membuat batin tersiksa. Bila sudah digerayang pusing, dirundung stress, diserang kantuk sampai cekung mata melukis, siksaannya bisa setara dengan berlari seribu kali mengelilingi lapangan.

Park Livya, namanya, si gadis darah campuran Amerika-Korea yang mengalir dalam dirinya itu merupakan satu dari sekian siswa SMA yang tengah diterpa tugas menumpuk untuk melengkapi nilainya.

Eksistensi rak buku dengan sunyi mengalir sebagai atmosfer, sudah merupakan penjabaran kental perpustakaan. Mencari bahan tugas sambil mengerjakannya, si gadis garis Park memang mengungsi di perpustakaan. Sesekali ia pijat pelipisnya cuma untuk mengendurkan letih yang melahirkan rasa pusing sampai menyerang batin.

“Liv, do you still doing your tasks?” kelakar seseorang dari arah belakangnya.

Spontan Livya melongok hanya untuk mendapati Lai Guanlin yang menyiram retinanya dengan senyuman manis untuk anugerah indra mencerapnya, tak dilupakan presensi cup latte yang dikukung tangan teman sebangkunya ini.

Balas Livya tersenyum, senyum yang tak kalah manis hingga membuat kebun bunga seketika mekar dalam runggu Guanlin.

Terlakoni anggukan dikawani bibir ranum mengerucut tersebut dari Livya. “Yes, i want to finishing it right now. Aku ingin besok meliburkan diri di rumah, tidak ke sekolah hanya untuk mengumpulkan tugas.” Kemudian sorot manik Livya bertumpu pada sosok Guanlin, lurus-lurus. “Anyway, kau sudah menyelesaikan tugasmu, Lin-ah?” Dan anggukan merupakan timpalan yang Guanlin lemparkan dengan kontan.

Of course, aku cukup cekatan.” Terselip nada angkuh dalam aksara tersebut. Meskipun begitu, masih ada sarat banyolan di dalamnya yang kental. Tanggapan Livya hanya dengusannya saja.

Dimasa Livya ingin kembali mencurahkan seluruh atensinya pada laptop serta buku paket tebal seberat belanja bulanan ibunya, gesekan tungkai kursi dengan marmer perpustakaan tepat di sebelahnya, menggema. Sontak menarik atensi Livya pada Guanlin—oknum yang menarik kursi di sebelahnya dan telah membanting bokong di atas sana.

Senyuman Guanlin terpatri. Ugh, bisa tidak sih Lai Guanlin tidak memamer senyum begitu? Membutakan nalar Livya saja, mana jantungnya suka beritme tidak normal karena hal tersebut. Teman sebangkunya ini memang membuat Livya sekarat hanya karena senyuman serta-merta segala hal yang ada dalam dirinya.

Tahu-tahu, cup yang dikukungnya semenjak tadi menampakkan diri di hadapan Livya, disodorkan oleh Guanlin seraya dirinya berimbuh-ria:

“Ini latte kesukaanmu, Livya, sebagai kawanmu menuntaskan tugas. Setelah selesai, kau langsung saja pulang dan istirahat. Aku yang akan mengumpulkan tugasmu. Lihat cekung matamu. Menyeramkan, tahu.”

—Fin.


Selamat comeback pasangan degemku! Aku kangen sama kalian, tau. Seneng bisa membawa kembali mereka meski dalam bentuk fiksi berdurasi ficlet HUAHAHAHAHA.

Setelah fic debut mereka based on curhatanku, ini juga sih sama. Kepikiran setelah UAS/PAS kemarin beres, banyak tugas, dan saat itu aku diserang pegel pinggul dan punggung gara-gara semaleman gak tidur lagi cuma buat ngetik ulang satu paket soal B.Inggris 50 soal (udah ada jawaban) dan soal-soalnya siyalan panjang w0Y. Pokoknya gitu dah, andai aku ada semodelan Guanlin gini ke Livya huhu.

[www.hyekim16world.wordpress.com]

Advertisements

4 responses to “A Cup of Latte [Ficlet]

  1. Kalo kuliah:
    UAS + laporan praktikum + ngumpulin sisa2 tugas + LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PROKER because akhir taun = deadline LPJ kalo ga dana kemahasiswaan ga cair lol (ini yg paling bkin stress TBH)

    Btw penggambarannya ttg tingkat stress livya mantul bettt wkwkwkwkwkw hiperbola tapi emg bnr kalo yg ngerasain pasti mikirnya demikian

    “Aku kan cukup cekatan” wkwkwkwk pengen lempar pake laptop rasanya eh jangan deng laptop kan mahal ya investasi wkwkwk lempar pake buku aja eh pake cinta aja blh ga /plak

    Btw selamat utk kambeknya degem2 iniiiii :3

    • Proker itu sesuatu ya dari baca curhatan mahasiswa2. Lebih luang yg menjadi kupu2 wkwkwk… aduh masa SMA skrg aja udah suram tugasnya, apalagi tar taun depan aku mulai kuliah, au deh hahahaha. semangat sak, demi nikah sama Luhan

      WKWK MUNGKIN HIPERBOLA KARENA AKU BENER2 BARU BANGET STRESS SM TUGAS LALU NGOMEL SENDIRI, LIKE SEMALEMAN AKU NGERJAIN, PAGINYA LGSG KE SEKOLAH, GK TDR LAGI, SMP NYEDUH KOPI 2X DI KANTIN. MONANGES.

      Guanlin ngmg gitu aku bayanginnya sambil cengar cengir, minta ditimpuk emang, pake cinta /eh

      Wihihi, makasih kakcee ♡ semoga OCku yg lain jg bisa nyusul debut /ohok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s