[Series] Before The End – Chapter 12 END

BeforeTheEnd2

  • Chapter 12: The Shadowhunter Marriage.

Nama Author: Nissa A

Contact Author:

  • Twitter: @nissamarizky

Length: Chaptered

Main Casts:

  • Han Sanghyuk (VIXX) as Harrington Hallowgreen
  • Kim Seolhyun (AOA) as Annabella Aldertree

Other Casts:

  • Danielle Kim (T-ara N4), Sanghyuk’s half-sister.
  • Yang Jiwon (Spica) as Lucia Hallowgreen, Sanghyuk’s mother.
  • Kwon Yuri (SNSD) as Megan Aldertree, Seolhyun’s aunt.
  • Wendy Son (Red Velvet) as Wendy Sedgewick, Seolhyun’s wedding dress designer.
  • Sungmin (SPEED) – V (BTS) – Jongup (B.A.P) – Youngmin & Kwangmin (Boyfriend), Sanghyuk’s high school classmate.

Genre: Fantasy, Romance, Mystery, Action, Family, AU.

Rating: PG-13

Notes Author: Adapted from The Shadowhunter’s Chronicle series by Cassandra Clare.

Link Before The End: ( Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8 Chapter 9Chapter 10Chapter 11Chapter 12 [END] — Released)

NO PLAGIARISM INTENDED.

Six years later.

Bunga tulip kuning diatas gundukan tanah itu masih segar. Megan pernah bilang Michelle sangat menyukai bunga tulip. Kebetulan sekali sekarang musim semi, dan Annabella dapat dengan mudah menemukan bunga-bunga itu di halaman rumah bibinya.

Annabella mengelus nisan Ibunya dengan lembut sambil tersenyum hangat. Dia memang tidak pernah mengenal Ibunya, tapi dari bunga kesukaan Ibunya, Annabella dapat dengan mudah menyimpulkan Michelle pencinta persahabatan. Tunangannya juga pernah bilang Michelle orang yang pemberontak.

Tunangan. Siapa lagi kalau bukan Harrington Hallowgreen, pria yang dipacari Annabella dari kelas dua SMA sampai lulus, karena Harrington melamarnya saat hari kelulusan mereka.

Annabella masih ingat sekali detail hari itu. Dia melangkah ke gym sekolah dari ruang auditorium tempat wisuda dilaksanakan. Di gym, Harrington sedang bermain basket bersama teman-teman seangkatan mereka. Annabella bahkan mengingat satu persatu nama anak-anak itu. Choi Sung Min, Kim Tae Hyung, si kembar Jo Young Min dan Kwang Min, juga Moon Jong Up.

Pertandingan iseng-isengan itu diakhiri dengan three-point sempurna dari Harrington yang menandakan kemenangan bagi timnya. Sung Min dan Tae Hyung langsung mengangkat tubuhnya ke udara, sementara si kembar dan Jong Up dengan bercanda mengacungkan jempol kebawah mereka.

Ini baru pemanasan, Han Sang Hyuk!” seru Kwang Min sambil tertawa-tawa.

Lain kali akan kita habisi kau!tambah Jong Up, diiringi anggukan kepala dari Young Min.

Sung Min dan Tae Hyung menurunkan tubuh Harrington.

“Masa bodoh, kau telat kalau mau membalas dendam. Hari ini sudah hari terakhir di sekolah ini.” Kata Harrington.

Young Min memukul lengannya. “Kami hanya bercanda.”

Sung Min sepertinya menyadari keberadaan Annabella di pinggir lapangan, memperhatikan mereka semua dengan senyuman. “Hei, kita pergi duluan, yuk.”

Tae Hyung juga sepertinya sadar. “Lebih baik begitu. Sang Hyuk mau memberi kejutan pada gadisnya.” Dia menekankan kata terakhir.

Sung Min langsung menarik ujung kerah kemeja Tae Hyung. “KAU MERUSAK SEGALANYA!” teriaknya sampai mereka keluar gym.

Setelah teman-temannya pergi keluar gym—Sung Min masih berdebat dengan Tae Hyung—Harrington menghampiri Annabella di pinggir lapangan tempat dia menaruh tasnya. Annabella menyodorkan pacarnya itu botol air mineral.

“Terima kasih,” Harrington membuka tutup botol dan meneguk isinya.

“Teman-temanmu menyenangkan sekali.” Komentar Annabella.

Harrington mengembalikan botolnya. “Mereka bisa jadi menyenangkan plus menyebalkan dalam waktu yang sama.” Katanya. “Omong-omong, kenapa kau tidak hapus make-up mu?”

Tangan gadis itu menyentuh pipinya yang masih bersemu merah akibat dandanan. “Memangnya kenapa?”

Because your beauty’s deeper than the make-up~” Harrington menyanyikan lirik dari salah satu lagu Hunter Hayes.

Annabella hanya bisa tersenyum. Harrington sudah terlalu sering berkata seperti itu dan Annabella sudah beribu-ribu kali mengucapkan terima kasih.

“Omong-omong, tadi Tae Hyung bilang kau mau memberiku kejutan. Apa itu?” tanyanya kemudian.

“Oh, ya.” Harrington merogoh sakunya. “Tutuplah matamu.”

Gadis itu menurut. Dia menutup matanya, dan saat Harrington menyuruhnya untuk membuka lagi, dia berhasil dibuat terkesiap.

Sebuah cincin diacungkan Harrington tepat didepan mata Annabella. Cincin itu merupakan cincin mas putih dengan ukiran berbentuk pohon oak mengelilinginya, lambang keluarga Hallowgreen.

“Annabella Aldertree,” bisik Harrington lembut. “Can I have you for the rest of my life?”

“Ya ampun, Harrington.” Kata Annabella tak habis pikir. “Kita baru saja lulus SMA!”

“Tidak apa-apa. Aku menginginkan kau untuk menyimpan cincin ini, agar aku yakin kau tidak akan meninggalkanku, agar aku yakin kalau kaulah yang akan menjadi masa depanku. Jika kamu merasa ini terlalu cepat, tidak apa-apa, aku akan menunggu kapanpun kau siap.”

Kalian semua sudah pasti tahu apa jawaban Annabella.

 

Arloji yang melingkar di pergelangan tangan kiri Annabella sudah menunjukkan pukul enam sore. Dia sudah terlalu lama berada di makam Ibunya. Jadi, dia bangkit dan langsung melangkah pergi.

Alicante sepi saat Annabella melangkah kedalam, sama seperti saat dia pertama kali datang kesini. Matahari hampir terbenam sempurna, witchlightwitchlight yang menjadi penerang kota sudah mulai dinyalakan.

Ini adalah hari ketujuh Annabella di Alicante. Dia datang kesini untuk menyiapkan pernikahannya bersama Harrington yang akan dilaksanakan disini. Akhirnya, setelah empat tahun bertunangan, mereka akan menikah besok.

Selama empat tahun ini, Annabella dilatih menjadi Pemburu Bayangan. Dia juga melatih bahasa Inggrisnya agar dapat dengan mudah berkomunikasi dengan Pemburu Bayangan yang akan ditemuinya dari belahan dunia lain, Harrington juga begitu. Dia juga sekarang sudah terbiasa dipanggil dengan nama Pemburu Bayangannya.

Betahun-tahun ini, Harrington tidak pernah menanyakan kapan Annabella siap. Dia sudah bilang dia akan menunggu. Barulah beberapa bulan lalu, Annabella memberinya jawaban itu dan mereka langsung menyiapkan segalanya.

Upacara dan pesta pernikahan mereka akan dilaksanakan di Aula Piagam, Alicante. Semuanya sudah siap terkendali. Nathan Blackwood akan menjadi pendamping pengantin pria, sementara Danielle Kim, Jillian Whitecar, dan juga Marcella Pontmercy akan menjadi gadis pengiring pengantin wanita.

Undangan juga sudah tersebar kemana-mana. Akan ada banyak orang yang menghadiri pernikahan ini. Seluruh penghuni Institut Seoul dan Busan, Choi Sooyoung si warlock yang pernah membantu mereka membuat Portal kembali ke Korea, Shin Hye Jeong si vampir cerdas yang sekarang mengepalai klan vampir Seoul, juga Jung Jin Young si warlock kepercayaan Institut. Park Hyung Sik tidak bisa hadir karena masih dalam masa pengasingannya, yang membuat Jillian sedih tapi gadis itu terus menunggu dia kembali.

Rumah lama keluarga Hallowgreen terlihat lebih bersih dibandingkan saat Annabella melihatnya pertama kali seminggu yang lalu. Gadis itu membuka gerbangnya dan berjalan melintasi pekarangan rumah yang gersang. Pintu tiba-tiba terbuka dan muncullah Danielle, adik beda ayah Harrington, yang merupakan manusia serigala. Tentu saja dia mempunyai izin untuk masuk Idris kali ini.

“Kami sudah menunggumu daritadi,” Danielle mengambil keranjang tempat Annabella menaruh bunga tadi.

“Memangnya ada apa sampai kalian memanggilku kesini?”

“Ayo, masuk.”

Didalam, tepatnya di ruang tamu, duduk Megan dan Lucia, ibu Harrington. Mereka tampak lebih akur dari dulu-dulu.

“Nah, ini dia pengantin wanita kita!” seru Lucia senang sambil bangkit dari tempat duduknya. Megan mengikutinya sambil tersenyum.

Annabella ikut tersenyum. “Masih beberapa jam lagi, kok.” Katanya. “Ada apa kalian memanggilku?”

“Ada sesuatu yang ingin kami tunjukkan kepadamu.”

Megan dan Lucia pun menuntun Annabella menuju suatu kamar. Di kamar itu, berdiri sebuah gaun pernikahan yang dipakaikan pada sebuah manekin tanpa kepala. Gaun pernikahan Annabella.

“Aku, kan sudah bilang mau melihat gaunnya di hari pernikahanku saja.”

Megan meletakkan tangannya di pundak Annabella. “Kalau di hari pernikahanmu kau ternyata tidak menyukai gaun ini, akan sangat repot.”

“Bibi bercanda? Ini luar biasa!” Annabella berseru sambil mendekati manekinnya. Gaun itu berwarna emas, warna pernikahan para Pemburu Bayangan, karena mereka tidak menggunakan putih yang dipercayai sebagai warna untuk berkabung. “Siapa yang merancangnya? Dia pasti berbakat sekali!”

Lucia tertawa melihat tingkah calon menantunya itu. “Siapa lagi kalau bukan Wendy.”

“Ada yang memanggil namaku?”

Seorang gadis melongokkan kepalanya kedalam kamar, tangannya mendekap sebuah buku sketsa ke dada. Annabella mengenalinya sebagai Wendy Sedgewick, Pemburu Bayangan keturunan Kanada-Korea yang merupakan sepupu dari Ailee Sedgewick, anggota Enklaf Korea Selatan yang sangat arogan. Berbeda dengan sepupunya, Wendy sangat baik dan Annabella langsung menyukainya saat mereka pertama bertemu. Wendy juga akan menjadi pengiring pengantin wanita nanti.

“Wendy! Terima kasih banyak!” Annabella memeluknya sambil melompat-lompat. Wendy terlihat kaget sampai menjatuhkan buku sketsanya, tapi dia kemudian ikut-ikutan melompat bersama Annabella.

“Hei, kau sebentar lagi menjadi istri.” Tegur Danielle geli.

“Biarkan. Wendy Sedgewick adalah desainer terbaik di dunia!”

Wendy berhenti melompat dan melepaskan pelukan. “Sudahlah, aku capek.” Dia berkata lalu tertawa. “Kalau boleh tahu, dimana Harrington? Kenapa aku tidak bertemu dia daritadi?”

“Kusuruh dia keluar tadi begitu gaunnya datang.” Kata Lucia enteng. “Dia tidak boleh melihatnya sebelum Annabella memakainya besok.”

“Dia kemana?” tanya Annabella.

Lucia mengangkat bahu. “Mungkin ke Aula Piagam? Entahlah.”

“Aku susul dia, ya.” Ujar Annabella.

“Oke, dan jangan sampai kau membocorkan tentang gaun pernikahanmu padanya!” pesan Megan.

Annabella mengangguk patuh.

Harrington ternyata memang ada di Aula Piagam, berdiri didepan sebuah air mancur berbentuk putri duyung sambil menatapnya dengan menerawang. Saat Annabella sampai disampingnya, Harrington tidak mengalihkan pandangannya, hanya memegang tangan gadis itu.

Aula Piagam adalah aula utama di Alicante, tempat ditandatangankannya Piagam. Aula ini juga sering dipakai untuk keperluan lain, salah satunya pernikahan. Annabella sangat suka arsitekturnya. Dinding aula berwarna putih pucat, langit-langitnya tinggi dengan sebuah skylight kaca yang akan terlihat cantik jika kau melihatnya di siang hari. Gedungnya sudah seperti istana-istana neoklasik dengan tangga melingkar panjang berbatu pualam.

“Annabella,” Harrington akhirnya membuka mulut. “Tadi, Spencer bilang padaku Antares sudah mempunyai anak.”

Spencer sekarang sudah menjadi anggota Dewan sebagai perwakilan dari Enklaf Seoul, menemani Eric.

“Antares?”

“Nam Woo Hyun, masa kau lupa?” Harrington menyebutkan nama mantan parabatainya. “Kemarin, Dewan sudah mendatangi rumah mereka dan menawarkan anak itu untuk menjadi Nephilim dan meninggalkan keluarganya.”

Annabella bergidik ngeri. “Apa harus seperti itu?”

Harrington mengangguk. “Memang seperti itu peraturannya.” Jawabnya. “Tentu saja anak itu menolak. Tapi, enam tahun lagi Dewan akan kembali dan menanyakan hal serupa.”

“Aku jadi penasaran dengan rupa anak itu. Pasti wajahnya lucu sekali seperti ayah dan ibunya.”

“Lebih lucu mana sama aku?”

“Narsis!” seru Annabella sambil memukul pelan kepala Harrington.

Sebuah dehaman mengganggu mereka. Mereka menoleh bersamaan, mendapati seorang berwajah Kaukasian sedang menatap mereka dengan aneh karena daritadi terus mengoceh dalam bahasa asing. Dua tunangan itu nyengir kuda, lalu segera berjalan keluar dari Aula.

Dalam perjalanan kembali ke rumah keluarga Aldertree tempat Annabella tinggal, Harrington tiba-tiba berkata lagi. “Mau kemana kita setelah ini?”

Annabella menelengkan kepala. “Kamu selalu membuatku bingung.”

“Aku baru kepikiran ini sekarang.” Pemuda itu berkata. “Kita akan tinggal dimana setelah ini? Yah, kita bisa menggunakan rumah keluarga Hallowgreen. Tapi, rumah itu sudah terlalu tua. Dan rumah keluarga Aldertree dihuni bibimu.”

“Jujur, aku juga tidak ingin tinggal di keduanya.” kata Annabella.

“Lalu, apakah kau punya impian? Impian untuk tinggal di sesuatu tempat?”

Annabella berhenti dan mendongak menatap langit Alicante yang penuh bintang. “Aku selalu ingin tinggal di rumah pinggir pantai, tepatnya pantai-pantai di Cornwall.”

“Bisa diatur. Ada Institut kecil di Cornwall, jadi kita masih bisa bergaul dengan Nephilim.”

“Kamu serius mau melakukan itu?” Annabella terlihat kaget.

“Apapun akan kulakukan untukmu.” Harrington tersenyum manis, senyuman tertulus yang hanya akan dia tunjukkan pada Annabella.

Saat mereka sampai didepan gerbang rumah keluarga Aldertree, Harrington mencium puncak kepala Annabella. “Beristirahatlah, besok akan jadi hari yang panjang.”

Annabella mengangguk. “Kau juga. Jangan ajak Danielle main, dia juga perlu istirahat untuk besok.”

Harrington mengangguk, dia lalu mengacak rambut gadisnya itu. “Good night, future Mrs. Hallowgreen.”

END.

3 responses to “[Series] Before The End – Chapter 12 END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s